Sabtu, 31 Agustus 2013

Wajah-Wajah TKI di Al Jubail... ada yang kenal?

Kajian Islam Triwulan

Agenda tiga bulanan Dakwah center Al Jubail untuk memberikan kajian ilmu islam untuk para tenaga Kerja Indonesia yang berdomilisi di Jubail dan sekitarnya. Selain menimba ilmu dari para ustadz yang tinggal di Jubail, Mekkah dan Madinah. Kegiatan ini juga di jadikan ajang silaturahim orang indonesia yang ada di jubail.

Karena banyaknya permintaan untukbisa berbagi gambar tentang kegiatan di acara tersebut maka saya akan menampilkan photo-photo selama penyelenggaraan. siapa tau ada yang kenal salah satu dari mereka...silahkan di donlot masing-masinga aja yaa photonya
























Jumat, 30 Agustus 2013

Mancing di Fanateer Beach 2013


Kingdom Saudi Arabia



Setelah libur sepanjang Ramadhan 1434H... sepertinya ikan-ikan di pantai Fanateer sudah mulai menggoda untuk di casting. Dan rasanya tangan udah mulai gatel untuk berjibaku dengan ganasnya para predator teluk saudi arabi. sekaedar info aja buat para angler al jubail... saat ini cuaca dan ikan sedang bersahabat, udah saatnya nebar pancing ke arah laut jubail (istilah buat ngeracunin para pemancing)


Jadwal berangkat : Jam 3 sore (selesai sholat Ashar) atau jam 4 pagi (setelah sholat subuh)
Nama Kapal : tidak ada nama ( max 8 orang saja )
Nama Kapten : Abu Saud atau Abu Bakar
Berangkat dari : dermaga I atau Dermaga II Fanateer
Teknik Mancing

Trolling
Hasil strike yang diperoleh : Tenggiri / Baracuda


Bottom Fishing
Umpan or bait : Udang / Cumi / Gurita
Hasil diperoleh : Shehri / Hamoor / ikan dasaran lainnya


Spot Mancing : karang dekat rig

Kondisi Cuaca
a. Angin : pagi - siang angin sedang hangat
b. Arus : pagi - siang sedang
c. Gelombang : riak sedang

Jam makan biologis ikan saat sore hari : sekitar jam 4-6 sore sampai jam 9 malam.

Jam makan biologis ikan saat pagi hari : sekitar jam 4-6 pagi sampai jam 9 pagi.


Info Kapal : bisa hubungi bapak Lutpan Jamil atau Saya sendiri

Bagaimana cara membaca tulisan yang ada di Iqama

Udah lama ga nulis tentang segala permasalahan yang sering ditemukan untuk para pendatamg baru di kota jubail tenang bagaimana cara memahami berbagai tulisan di dalam Iqama (KTP saudi arabia buat para expatriate). karena mayoritas tulisan didalamnya menggunakan bahasa arab. Yaa harap maklum aja yaa mas bro, kita kan cuma ngontrak di KSA.

Mangkanya buat mempermudah ngebacanya... ana cuma mencoba menterjemahkan ke dalam bahasa indonesia dan semoga bermanfaat


Print Out ExitRe-entry Visa tidak diperlukan lagi terhitung tanggal 7 September 2013

JEDDAH - Para pekerja Asing sudah tidak lagi perlu lagi untuk membawa print out exit re-entry visa pada saat meninggalkan atau kembali ke Kerajaan Saudi Arabia yang terhitung mulai dari hari Sabtu (7 September 2013).

Menteri Dalam Negeri Pangeran Muhammad Bin Naif telah mengeluarkan perintah mengenai hal ini.

Menurut instruksi baru ini, rincian exit re-entry visa di website (www.passportevisa.com) akan dianggap sebagai bukti otentik dan terakhir, dan dengan demikian tidak perlu lagi untuk membawa printout.

Keputusan ini merupakan bagian dari ketajaman yang Paspor Direktorat Jenderal untuk lebih memudahkan prosedur perjalanan dan meningkatkan e-layanan.

Direktorat telah memperkenalkan "Abshir layanan online", termasuk untuk penerbitan dan perpanjangan surat izin tinggal (iqama), dan penerbitan exit dan visa re-entry.

Pada bulan Juni, Pangeran Muhammad Bin Naif meluncurkan layanan Abshir gratis untuk individu.

Saudi dan ekspatriat dapat mendaftar untuk layanan Abshir dengan mengunjungi www.epassport.gov.sa.

Layanan Abshir memungkinkan mereka untuk memiliki akses ke beberapa layanan online seperti mengakses informasi pribadi mereka, penerbitan exit / visa re-entry untuk tanggungan dan buruh, penerbitan atau pembatalan visa keluar akhir dan penerbitan izin perjalanan.

Abshir ini diluncurkan sebagai langkah besar untuk mewujudkan aspirasi dan arahan dari pemerintah Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah untuk membuat tersedia e-layanan bagi warga negara dan ekspatriat.

Sumber : http://www.saudigazette.com.sa/index.cfm?method=home.regcon&contentid=20130826178252

Selasa, 27 Agustus 2013

Do'a Sebelum Tidur

Do'a Sebelum Tidur

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا



Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup

Tambahan :

Adapun Adab sebelum tidur adalah :

1. Menutup Pintu, Memadamkan Api (Lampu), dan Menutup Bejana
Dianjurkan bagi seorang muslim untuk menutup pintu, memadamkan api (lampu), dan menutup bejana yang ada di rumahnya sebelum tidur. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana makanan dan minuman.”(HR Bukhori-Muslim).
Berwudhu

2. Berwudhu 

Berwudhu sebelum tidur dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Al Baro’ bin ‘Azib bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Membersihkan Tempat Tidur
Dianjurkan pula untuk mengibaskan kain pada tempat tidur sebanyak tiga kali sebelum berbaring. Anjuran ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…”. Di dalam riwayat yang lain dijelaskan bahwa jumlah kibasan yang dianjurkan adalah sebanyak tiga kali (HR. Bukhari dan Muslim).
Berbaring pada Bagian Kanan Badan

4. Tidur berbaring pada sisi kanan.

Posisi awal yang dianjurkan ketika tidur adalah dengan menumpukan badan pada bagian kanan badan dan dianjurkan pula untuk menjadikan tangan kanan sebagai bantal untuk kepala. Hal ini berdasarkan hadits yang telah dibawakan di atas, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban). Adapun ketika telah terlelap tidak mengapa jika posisi badan berubah.

5. Membaca Beberapa Surat/Ayat Al Qur’an

Ada beberapa surat/ayat yang dianjurkan untuk dibaca menjelang tidur. Diantaranya:

Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas, ‘Aisyah radhiyallahu‘anha berkata, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

Ayat Kursi, hal ini berdasarkan hadits yang diriwiyatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (HR. Bukhari).

Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh,berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam “Barangsiapa membaca dua ayat tersebut pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah mencukupkan-nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Surat Al Kafirun, berdasarkan sebuah hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengajarkan sahabat Naufal untuk membaca surat Al Kafirun sebelum tidur (HR Abu Dawud, Ahmad, dan At Tirmidzi).

Surat Al Mulk dan As Sajdah, hal ini berdasarkan penjelasan sahabat Jabir bin Abdillah, beliau berkata, “Tidaklah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tidur sampai beliau membaca alif lam mim tanzilus sajdah (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi biyadihil mulk (surat Al Mulk)” (HR Bukhari).

6. Membaca Beberapa Dzikir dan Do’a

Ada banyak dzikir dan do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam untuk dibaca sebelum tidur. Berikut diantaranya:

“Bismikallahumma amuut wa ahyaa” (HR Bukhari)

“Allahumma qiini ‘adzabaka yauma tab’atsu i’badak” (HR Abu Dawud)

“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.” (HR Bukhori dan Muslim)
Menjauhi Hal-hal Makruh

Ada beberapa hal yang makruh yang sepatutnya dijauhi untuk dilakukan sebelum tidur. Diantaranya:

Makruh tidur di atas dak terbuka, berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat `Ali bin Syaiban bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya” (HR. Bukhari).

Makruh tidur dalam posisi telungkup (perut sebagai tumpuan), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Sesungguhnya cara berbaring seperti ini (telungkup) adalah cara berbaringnya penghuni neraka“. (HR Ibnu Majah)

Demikian diantara amalan-amalan ringan yang bisa dilakukan oleh seorang muslim sebelum tidur. Semoga Allah memudahkan kita dalam setiap kebaikan di sisa umur kita. Amiin. [Muhammad Rezki Hr]

Do’a setelah berwudhu

Do’a setelah berwudhu:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh.[HR. Muslim no. 234] Allahummaj’alni minat tawwaabiina, waj’alnii minal mutathohhiriin.[HR. At-Tirmidzi no. 55. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih] Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik [HR. An-Nasai dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, halaman 173 dan lihat Irwa’ul Ghalil, 1: 135 dan 2: 94]. 


Aku bersaksi, bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci. Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji kepadaMu. Aku bersaksi, bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu]

Doa Masuk Mesjid


Doa Masuk Mesjid

بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ ، أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم ،اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Dengan menyebut Nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah.Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang Mulia, dengan kekuasan-Nya yang langgeng, dari godaan setan yang terkutuk, Ya Allah, buka-kanlah pintu rahmatmu untukku.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Serba Indonesia di Mekah Saudi Arabia part II

Dari Judulnya pasti pada penasaran.... Part I nya mannnnna?

Dan untuk mengingatkan kembali tentang cerita Serba Indonesia di Mekah Part I maka penulis ngasih linknya dan siapa tau aja ada minat untuk ngebacanya : Serba Indonesia Part I

Pertanyaan kedua... emang kenapa sih harus ada part II nya? emangnya sebegitu hebohnya hingga harus ada sequelnya. Jujur aja pada Episode pertama hampir 1000 pengunjung membaca artikel tersebut dan akhirnya penulis memutuskan untuk menulis sequelnya dikarenakan terlalu banyak perubahan di Mekah sejak setahun terakhir ini. Dan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesadaran maka saya sebagai warga negara Indonesia yang baik wajib untuk mengupdate info tentang keberadaan pernak-pernik indonesia di Indonesia di Arab saudi

Di episode pertama... saya menuliskan beberapa tempat kuliner indonesia di mekah yang bisa di kunjungi dan saat ini kondisinya hanya tinggal kenangan saja di karenakan tergerus oleh proses perluasan masjidil haram.

Salah satunya adalah:

1. Toko Puncak Sumatra

Bangunan ini hanya tinggal kenangan karena kawasannya sudah menjadi wilayah perluasan mesjid

2. Dapoer Kita
Restauran ini juga tinggal kenangan karena lapaknya dah dipakai sama restaurant india

Tapi jangan kuatir karena udah banyak juga gantinya, diantaranya : 

1. Rumah makan sentosa


Lokasinya di Clock Tower food court tepatnya di bagian belakang KFC dan Baskin Robin. Disini agak lumayan lengkap makanannya dari Nasi putih dan kawan-kawannya sampe menu BAKSO. Masalah Harga relative sama dan sekali-kali jangan pernah mencoba mengconvert harga ke rupiah untuk segala makanan indonesia di saudi arabia... bisa-bisa ente ga jadi makan.

2. Warung Mpok Munah


Dari namanya aja udah kedengaran gimanaaaaaa gitu... pastinya indonesia bangetlah. Dan untuk rasa juga lumayan. Lokasinya tepat bersebelahan alias tetanggaan  dengan RM. Sentosa. Karena lokasinya yang berdekatan maka ga ada salahnya kalo berkunjung disini untuk mencicipi keduanya. Harganya pun sama antara kedua restoran tersebut.

3. Catering Pak Haji Fahli
Kalo masih males untuk berjalan keluar hotel untuk mencari makanan, anda bisa menghubungi pak Fahli, beliau adalah orang indonesia yang sudah cukup lama bermukim di saudi dan kini menerima jasa catering yg juga dapat di antar ke hotel dimana kita menginap. dengan harga yang relatif murah anda bisa memesan nasi dengan lauk pauknya atau memesan bakso...

Dan sekali lagi tulisan ini bukan menyuruh anda untuk menghabiskan waktu untuk berbelanja melainkan memberikan bantuan untuk memudahkan anda dalam memenuhi kebutuhan pokok (makan) dan semoga anda bisa berkonsentrasi dalam menjalankan ibadah haji agar menjadi haji yang mabrur..Amin